mkZJqonMHfYrftCNlChfpdUUagRifQpN3Ne89pn4
Kruztor
Blog Pribadi Yang Membahas Seputar Pengetahuan Umum

Macam Sudut Pandang Kamera dalam Teknik Pengambilan Gambar Bergerak

Produksi dimulai dari merekam video dengan script dan konsep yang sudah dirancang dari awal.
Macam Sudut Pandang Kamera dalam Teknik Pengambilan Gambar Bergerak
Sudut Pandang Kamera dalam Teknik Pengambilan Gambar Bergerak

Dalam Tahap Produksi, produksi dimulai dari merekam video dengan script dan konsep yang sudah dirancang dari awal. Kemudian proses rekaman baik visual maupun audio dilakukan, dan seluruh elemen bekerjasama dalam proses produksi.

Teknik Pengambilan Gambar Bergerak

Sudut pengambilan gambar atau sering disebut juga (camera angle). Produksi dimulai dari merekam video dengan script dan konsep yang sudah dirancang dari awal. Kemudian proses rekaman baik visual maupun audio dilakukan, dan seluruh elemen bekerjasama dalam proses produksi.

Bagi seorang fotografer dalam pengambilan gambar harus memperhatikan teknik-tekniknya, Agar gambar yang dihasilkan terlihat lebih berkesan.

Hal yang harus diperhatikan dalam penataan suatu kamera salah satunya yaitu camera angle atau sudut pandang kamera. Sudut kamera dibagi menjadi 3 jenis yaitu sebagi berikut:

1. Kamera Obyektif

Kamera obyektif yaitu kamera yang terlihat dari sudut pandang penonton outsider, tidak terlihat dari sudut pandang pemain tertentu. Berbagai sudut kamera obyektif terdiri dari:

  • Bird Eye View Teknik pengambilan gambar yang dilakukan dengan ketinggian kamera berada di atas ketinggian obyek. Hasilnya akan terlihat lingkungan yang luas dan benda-benda lain tampak kecil. Contohnya gedung bertingkat, rumah, jalan, dan sungai.

  • High Angle Teknik pengambilan gambar dari atas obyek yang diarahkan kebawah sehingga mengesankan obyek terlihat kecil. Kesan yang ingin ditimbulkan dari angle ini yaitu kesan tertekan atau lemah, atau bisa juga tampak besar dari atas kepala dan mengecil kebagian bawah kaki.

  • Low Angle Teknik pengambilan gambar dari arah bawah obyek sehingga obyek tampak terlihat besar. Teknik ini memiliki kesan dramatis yaitu nilai agung, berwibawa, kuat, dan dominan.

  • Eye Angle atau Eye Level Teknik pengambilan gambar yang sejajar dengan obyek. Hasil yang ditimbulkan memperlihatkan tangkapan pandangan mata seseorang. Posisi dari kamera dan obyek sejajar. Teknik ini memiliki kesan wajar dan sering digunakan dalam liputan stand up reporting.

  • Frog Eye Teknik pengambilan gambar dengan sudut ketinggian kamera sejajar dengan alas/dasar kedudukan obyek atau lebih rendah. Sudut pengambilan ini seperti sudut pandang pada mata katak. Teknik ini memberikan kesan dramatik pada obyek unik atau aneh.

2. Kamera Subjektif

Kamera dari sudut pandang penonton yang dilibatkan, misalnya melihat kepenonton. Atau dari sudut pandang pemain lain. Sudut kamera subjektif dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu:

  • Kamera berlaku sebagai mata penonton untuk menempatkan mereka kedalam adegan, sehingga dapat menimbulkan efek adegan dramatik.

  • Kamera berganti-ganti tempat dengan seseorang yang berada dalam gambar. Penonton dapat menyaksikan suatu hal atau kejadian melalui mata pemain tertentu. Penonton akan mengalami sensasi yang sama dengan pemain tertentu.

  • Kamera bertindak sebagai mata dari penonton yang tidak kelihatan. Seperti presenter yang menyapa pemirsa dengan memandang langsung ke kamera.

3. Point of View

Sudut Kamera Point of View merupakan suatu gabungan antara sudut kamera obyektif dan sudut kamera subjektif. Angle kamera POV diambil sedekat shot obyektif dalam kemampuan mendekati sebuah shot subjektif, dan tetap obyektif. Kamera ditempatkan pada sisi pemain subjektif, sehingga memberi kesan penonton beradu pipi dengan pemain yang di luar layar.

Bidang Pandang Pengambilan Gambar (Frame Size)

Seorang pembuat film harus memiliki pemahaman tentang bagaimana cara membuat ukuran gambar (frame size) atau komposisi yang baik dan menarik dalam setiap adegan filmnya.

Pengaturan komposisi yang baik dan menarik adalah jaminan bahwa gambar yang ditampilkan tidak akan membuat penonton bosan dan enggan melepaskan sekejap mata pun terhadap gambar yang di tampilkan.

Kesimpulannya komposisi shot atau biasa disebut dengan shot size adalah pengukuran sebuah gambar yang ditentukan berdasarkan objek, pengaturan besar dan posisi obyek dalam frame (bingkai), dan posisi kamera yang diinginkan.

Beberapa shot dasar yang digunakan dalam pengambilan gambar, antara lain sebagai berikut:

1. Extreme Long Shot (ELS)

Gambar diambil dari jarak yang sangat jauh, yang diambil bukan obyek lagi akan tetapi latar belakangnya. Fisik manusia nyaris tidak tampak, namun dapat diketahui posisi dari obyek tersebut terhadap lingkungannya.

2. Long Shot (LS)

Pengambilan gambar objek dengan latar belakang yang jelas. Berfungsi sebagai shot pembuka sebelum digunakan shot-shot yang berjarak lebih dekat. Fisik manusia tampak jelas akan tetapi latar belakangnya masih dominan.

3. Full Shot (FS)

Memperlihatkan komposisi obyek secara total, dimulai dari ujung kepala hingga ujung kaki (bila obyek itu manusia). Tujuannya untuk memperkenalkan tokoh lengkap dengan setting latarnya yang menggambarkan posisi obyek berada.

Biasanya gambar ini digunakan sebagai opening shot (biasanya zoom in hingga ke medium shot untuk menggambarkan wajah tokoh yang bersangkutan lebih detail).

4. Medium Long Shot (MLS)

Komposisi manusia dan lingkungan relatif seimbang. Gambar ini diambil dari jarak yang wajar, sehingga jika misalnya saja terdapat 3 obyek, maka seluruhnya akan terlihat. Bila objeknya satu orang maka tampak dari kepala sampai lutut.

5. Medium Shot (MS)

Sosok manusia mulai dominan dalam frame ini. Tubuh manusia terlihat dari pinggang sampai atas kepala. Gambar ini sering dilakukan untuk master shot pada saat moment interview.

6. Medium Close Up (MCU)

Sosok manusia mulai mendominasi dalam frame. Tubuh manusia tampak dari dada hingga atas kepala. Biasanya digunakan untuk adegan percakapan normal.

7. Close Up (CU)

Komposisi ini untuk memperjelas ukuran gambar. Tubuh manusia terlihat dari pundak atau leher bagian bawah hingga kepala. Komposisi ini menunjukan penggambaran emosi atau reaksi terhadap suatu adegan.

8. Big Close Up

Pengambilan gambar obyek dari dagu hingga kepala. Gambar ini bertujuan menampilkan kedalaman pandangan mata dan ekspresi wajah. Tanpa kata-kata, tanpa bahasa tubuh, tanpa intonasi, BCU dapat mewujudkan emosi tersebut.

9. Extreme Close Up

Penggambilan gambar dengan hanya memperlihatkan detail bagian-bagian tertentu, misalnya hidung, mata, atau telinga.

Gerakan Kamera dalam Pengambilan Gambar

Untuk menciptakan gambar yang dinamis dan dramatis, maka perlu mengenal macam-macam gerakan kamera, antara lain panning, tilting, zooming, dan dolly/tracking.

1. Panning

Pan singkatan dari panorama, yaitu pergerakan horizontal kamera dari kiri ke kanan atau sebaliknya. Pengambilan gambar dilakukan dengan menggerakkan badan kamera tanpa mengubah posisi kamera.

Panning ada dua macam, yaitu pan right dan pan left. Pan right yaitu kamera bergerak (menyapu obyek) dari kiri ke kanan. Sedangkan pan left yaitu kamera bergerak (menyapu obyek dari kanan ke kiri.

2. Tilting

Merupakan pergerakan vertikal kamera dari atas ke bawah atau sebaliknya. Pengambilan gambar dilakukan dengan menggerakkan badan kamera tanpa mengubah posisi kamera.

Tilting ada 2, yaitu tilt up dan tilt down. Tilt Up yaitu kamera bergerak (menyapu obyek) dari bawah ke atas. Sedangkan tilt down yaitu kamera bergerak (menyapu gambar) dari atas ke bawah.

3. Zooming

Zooming yaitu gerakan lensa kamera dalam merekam obyek. Di mana posisi kamera dalam keadaan statis/diam, cukup dengan menekan tombol zoom pada kamera atau dengan memutar ring lensa secara manual.

Zooming ada dua jenis, yaitu zoom in dan zoom out. Zoom in yaitu gerakan lensa untuk memperbesar atau mendekatkan obyek dalam gambar. Sedangkan zoom out yaitu gerakan lensa untuk merekam obyek mengecil atau menjauh.

4. Dolly/Tracking

Dolly/Tracking yaitu pergerakan kamera akibat perubahan posisi kamera secara horizontal. Pergerakan dapat ke arah manapun (maju, mundur, samping kanan, samping kiri, maupun melingkar) sejauh masih menyentuh permukaan tanah. Gerakan kamera maju mendekati obyek disebut dolly in. Gerakan kamera menjauhi obyek disebut dolly out.

Tambahan!

Posisi kamera bergeser dari kiri ke kanan disebut crab right. Posisi kamera bergeser dari kanan ke kiri disebut crab left. Posisi kamera berpindah mengikuti gerakan obyek disebut follow.

Pergerakan kamera ini biasanya menggunakan dolly yaitu segitiga beroda yang diletakkan di bawah kaki-kaki tripod agar gambar tidak berguncang.

Penutup

Itulah macam-macam sudut pandang atau sudut pengambilan kamera dalam teknik pengambilan gambar bergerak. Jika ada yang ingin di tanyakan atau kurang dapat di pahami. Maka, silahkan berkomentar, dan jika saya berkesempatan maka saya akan menjawab pertanyaan tersebut. Terimakasih…

Posting Komentar